Sabtu, 13 April 2019

Game Level 7 Hari ke-5


Malam hari dirumah mbah uti, kami hanya berdua menunggu dijemput oleh ayah sementara mbah uti sedang di masjid. Awalnya Ali bermain balok, karena durasi sudah cukup lama dia pun mulai bosan dan mondar mandir ke depan-belakang mencari2 mainan lain. Lalu ia melihat tumpukan koran dan seeeeeeettttt.. Dengan cepat ditaburnya koran tersebut ke lantai. Saya hanya mengamati tanpa banyak komentar, mengingat dua hari yang lalu kreativitasnya juga terbentuk ketika dia dibiarkan bebas bermain. Dan benar saja, ternyata dia menghamburkan ke lantai bukan tanpa sebab. Hal itu masih berkaitan dengan imajinasinya. Dia menyusun koran sedemikian rupa sehingga membentuk suatu deretan panjang. Lalu berjalan diatasnya. Mondar mandir diatas koran. Setelah beberapakali jalan mondar mandir akhirnya dia ganti dengan loncat loncat diatas kertas satu ke kertas lainnya. Saya mulai deg deg an kahwatir dia terpeleset dan jatuh jadi saya ajak ngobrol supaya fokusnya ke obrolan bukan loncat loncat lagi



Ibu : " bikin apa itu nak? "


Ali : " jembatan buk, persegi panjang ini"


Ibu : "jembatan diatas sungai kah ini? "


Ali : "jembatan jalan, gini gini loo" katanya seraya mempraktekkan jalan diatas jembatan lalu dia mulai loncat loncat lagi


Ibu : "hati hati nak, itu licin"


Ali : "aku loh hati hati buk, kan kuat"


Saya masih deg deg karena Ali tetap melompat lompat lalu terpeleset. Alhamdulillah tidak terlalu kencang lompatnya sehingga terpelesetnya juga tidak jatuh fatal.


Ali : "eeeeeeee"


Ibu : "tuh kan licin, terpeleset deh kalau lompat"


Ali : "gpp buk, kan aku kuat" katanya cengingisan, tp dia nampak mengusap2 pantatnya.


Ibu : "jalan saja tidak usa lompat lagi biar ga jatuh"


Dan kali ini Ali langsung manut. Tidak lama kemudian Ayah datang, dan kami pun pulang ke rumah.


Inilah cerita Bintang kami hari ini. Bintang yang bersinar dengan imajinasinya.



Note : saat bermain tetap didampingi dan diamati prosesnya. Bermain koran masih menjadi pro-kontra mengingat koran adalah bacaan dan selayaknya dihargai tidak diinjak tp pertimbangan saya, bermain koran bekas lebih baik daripada kami masih harus menyiapkan media lain serupa dengan mengeluarkan biaya tambahan. Selain itu, permainan tadi murni spontanitas mengikuti alur imajinasi si kecil jadi benar2 tidak dipersiapkan sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar