Kamis, 18 April 2019

Aliran Rasa Game Level 7

Alhamdulillah, tantangan 10 hari game level 7 sudah terlaksana.  Namun,  tantangan yang sebenarnya justru baru dimulai dan akan terus berlangsung bersamaan dengan amanah kita membersamai bintang titipanNya.

Semua anak adalah bintang. Anak saya, anak anda dan anak mereka.

Mari meninggikan gunung,  bukan meratakan lembah.

Disini saya juga masih perlu banyak belajar dalam penerapannya kadang tidak sengaja atau secara spontan terbesit pikiran membanding2kan atau keluar ucapan yang tersirat membandingkan. Semoga kedepannya pemikiran seperti itu bisa hilang sepenuhnya.

Sabtu, 13 April 2019

Game Level 7 Hari ke-9

Bintang Belajar

Semua anak adalah bintang. Anakku, anakmu dan anak mereka. Mereka memiliki pendarnya masing-masing. Tiap bintang pasti bisa bersinar dengan sinarnya sendiri. 


Cerita hari ini, Ali tiba-tiba meminta untuk kumon seperti sepupunya. Dengan beberapa pertimbangan saya merasa waktunya belum pas untuk mengikut sertakan Ali dengan kegiatan kumon. Ternyata persepsi saya dan persepsi Ali tentang kumon berbeda. Yang saya kira kumon itu ya kumon, semacam kursus ternyata yang Ali maksud dengan kumon adalah belajar dengan media buku dan alat tulis menulis seperti yang dilakukan sepupunya ketika mengerjakan “PR” dari kumon. Akhirnya kami membuat media buku dari free printable yang biasa digunakan Ali untuk belajar (dulu dipakai saat pengenalan matematika logis). Saya print lagi lembaran-lembarannya dan dikumpulkan menjadi satu di bantex. Ali pun senang dan langsung mengerjakan lembar aktivitas yang terkumpul dibantex.






Game Level 7 Hari ke-6


Pillow Talk dengan Bintang

Sebenarnya ada kegiatan yang membuat Ali berbinar hari ini. Namun setelah saya review tugas beberapa hari kemarin ternyata saya belum menghubungkan kegiatan Ali dengan jelajah 4 area kehidupan.

Adapun 4 area tersebut antara lain ; Ranah hubungan intra personal (konsep diri), Ranah hubungan inter personal (hubungan sesama), Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan), dan Ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual).

Biasanya untuk obrolan yang sedikit serius saya lakukan melalui pillow talk karena lebih mudah mendapatkan respon dari Ali dan lebih mudah “diserap” dibandingkan ketika dia sedang bermain. Saat pillow talk sendiri terkadang kami juga mereview kegiatan sehari-hari kami. Obrolan tidak selalu mulus seperti apa yang saya harapkan. Saya mengikuti alur yang dibuat oleh Ali sambil sesekali menghubungkan dengan apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan.



Berikut ini adalah manfaat dari pillow talk dengan anak yang saya rasakan
  • Mempererat bonding dengan anak
  • Mengetahui aktivitas harian anak
  • Menanamkan suatu hal kepada anak
  • Mengetahui jalan pikiran/pendapat anak
  • Anak jadi terbiasa dan nyaman bercerita kepada orang tua

Game Level 7 Hari ke-8


Si Bintang Bermain Peran
Semua anak adalah bintang.


Masih dengan imajinasinya. Kali ini saya tidak mengamati langsung, tetapi mendapat cerita dari mbah utinya. Ketika ditinggal oleh mbah uti untuk mengerjakan hal lain, ternyata Ali "semakin lihai" bermain di dapur. Banyak barang-barang yang dikeluarkan dari rak dan digunakan untuk bermain peran memasak. Ketika saya sampai, utinya langsung bercerita dan menunjukkan kondisi dapur setelah digunakan bermain, memang sengaja tidak dibereskan dulu agar saya dapat melihat "hasil" perbuatan Ali. Begitu pula dengan Ali, dia langsung bercerita dengan binar dimatanya bahwa dia baru saja main masak-masakan.


Bermain masak-masakan adalah salah satu contoh bermain perang. Berikut ini adalah manfaat dari bermain peran (sumber : https://www.parenting.co.id/balita/manfaat+anak+bermain+peran

1. Membangun kepercayaan diri
Dengan berpura-pura menjadi apapun yang anak inginkan, misalnya putri atau superhero, dapat membuat anak dapat “merasakan” sensasi menjadi karakter-karakter tadi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.

2. Mengemabangkan kemampuan bahasa
Saat bermain peran, anak pastinya akan berbicara seperti karakter atau orang yang diperankannya. Hal ini dapat memperluas kosakata anak dan melatihnya berpidato. Sering mengulangi dialog yang biasa ia dengar dari sebuah adegan dapat membuat anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri.

3. Meningkatkan kreativitas dan akal
Saat bermain peran, kreativitas anak akan terbawa keluar, sehingga anak menjadi banyak akal saat mencoba membangun dunia impiannya. Misalnya, kardus-kardus dibuat menjadi istana, bayangan-bayangan dari jari-jarinya yang bermain menjadi bentuk hewan, dan sebagainya.

4. Membuka kesempatan untuk memecahkan masalah
Pada situasi tertentu saat bermain peran, pikiran anak akan terlatih untuk menemukan solusi jika ada masalah terjadi. Misalnya, ketika boneka bayinya ditidurkan, anak akan menyadari bahwa bayi butuh selimut untuk tetap hangat. Denga memecahkan msalah saat bermain dapat membantu membangun kepercayaan diri anak saat nantinya harus mengatasi masalah di kehidupan nyata.

5. Membangun kemampuan sosial dan empati
Dalam bermain peran, anak sedang menempatkan dirinya dalam pengalaman menjadi orang lain. Menghidupkan kembali sebuah adegan bisa membantu dia menghargai perasaan orang lain sehingga dapat membantunya mengembangkan empati. Selain itu, karena bermain peran lebih menyenangkan dilakukan bersama teman, anak dapat belajar berkomunikasi, bergiliran, dan berbagi peralatan atau mainan bersama temannya.

6. Memberi mereka pandangan positif
Anak-anak memiliki imajinasi yang tidak terbatas. Bermain peran dapat membantu anak bermimpi dan berusaha mencapai mimpi dan cita-citanya.

Game Level 7 Hari ke-7

Potong rambut

Hari ini agenda kami sekeluarga adalah pergi potong rambut rutin (khusus Ayah dan Ali). Sebelum berangkat Ali menemukan sebungkus Top yang tergeletak di meja kerja.

Ali : "buk,  ini punya siapa? " tanya Ali sambil membawa sebungkus "Top"

Ibu : "punya Ibu, untuk Ali,  nanti dimakan setelah potong rambut ya"

Ali : "horeeee....  "

Ibu : "ucap Alhamdulillah Ali, berterima kasih kepada Allah"

Ali : "Alhamdulillah"

kemudian Top tersebut disimpan dan dibawa ketika kami berangkat ke Hair Centre Salon di Jalan Benteng Pancasila, Mojokerto. Sesampainya disana masih ada antrian sebelum tiba giliran Ali. Ayah mendapat giliran potong rambut lebih dulu dengan ayah. karena saya lihat Ali sudah tampak bosan menunggu dari tadi maka saya tawarkan untuk memakan TOP sembari menunggu gilirannya potong rambut. Ternyata di luar dugaan, Ali menolak dan berkata bahwa Topnya kan boleh dimakan setelah potong rambut. Masyaallah, ternyata Ali masih ingat betul obrolan kami dirumah dan tetap bersikukuh dengan kesepakatan awal kami. Semua anak adalah bintang, begitu pula anak kami. Hari ini dia bersinar dengan ingatannya dan keteguhannya. Semoga kedepannya bisa terus bersinar semakin terang dan bisa menjalankan peran peradapannya dengan baik.



Game Level 7 Hari ke-5


Malam hari dirumah mbah uti, kami hanya berdua menunggu dijemput oleh ayah sementara mbah uti sedang di masjid. Awalnya Ali bermain balok, karena durasi sudah cukup lama dia pun mulai bosan dan mondar mandir ke depan-belakang mencari2 mainan lain. Lalu ia melihat tumpukan koran dan seeeeeeettttt.. Dengan cepat ditaburnya koran tersebut ke lantai. Saya hanya mengamati tanpa banyak komentar, mengingat dua hari yang lalu kreativitasnya juga terbentuk ketika dia dibiarkan bebas bermain. Dan benar saja, ternyata dia menghamburkan ke lantai bukan tanpa sebab. Hal itu masih berkaitan dengan imajinasinya. Dia menyusun koran sedemikian rupa sehingga membentuk suatu deretan panjang. Lalu berjalan diatasnya. Mondar mandir diatas koran. Setelah beberapakali jalan mondar mandir akhirnya dia ganti dengan loncat loncat diatas kertas satu ke kertas lainnya. Saya mulai deg deg an kahwatir dia terpeleset dan jatuh jadi saya ajak ngobrol supaya fokusnya ke obrolan bukan loncat loncat lagi



Ibu : " bikin apa itu nak? "


Ali : " jembatan buk, persegi panjang ini"


Ibu : "jembatan diatas sungai kah ini? "


Ali : "jembatan jalan, gini gini loo" katanya seraya mempraktekkan jalan diatas jembatan lalu dia mulai loncat loncat lagi


Ibu : "hati hati nak, itu licin"


Ali : "aku loh hati hati buk, kan kuat"


Saya masih deg deg karena Ali tetap melompat lompat lalu terpeleset. Alhamdulillah tidak terlalu kencang lompatnya sehingga terpelesetnya juga tidak jatuh fatal.


Ali : "eeeeeeee"


Ibu : "tuh kan licin, terpeleset deh kalau lompat"


Ali : "gpp buk, kan aku kuat" katanya cengingisan, tp dia nampak mengusap2 pantatnya.


Ibu : "jalan saja tidak usa lompat lagi biar ga jatuh"


Dan kali ini Ali langsung manut. Tidak lama kemudian Ayah datang, dan kami pun pulang ke rumah.


Inilah cerita Bintang kami hari ini. Bintang yang bersinar dengan imajinasinya.



Note : saat bermain tetap didampingi dan diamati prosesnya. Bermain koran masih menjadi pro-kontra mengingat koran adalah bacaan dan selayaknya dihargai tidak diinjak tp pertimbangan saya, bermain koran bekas lebih baik daripada kami masih harus menyiapkan media lain serupa dengan mengeluarkan biaya tambahan. Selain itu, permainan tadi murni spontanitas mengikuti alur imajinasi si kecil jadi benar2 tidak dipersiapkan sebelumnya.

Game Level 7 Hari ke-4

Semua anak adalah bintang. Anakku,  anakmu, dan anak mereka semua adalah bintang. Bintang yang memiliki pendar. Semua bintang berpendar dengan cahayanya sendiri. Tidak perlu membanding2kan dengan bintang lain. Tugas kita lah mengasah potensinya, menemukan cara terbaik membuatnya bersinar semakin terang.

Mari meninggikan gunung,  bukan meratakan lembah.

Cerita kali ini tentang permainan balok.  Ketika saya baru sampai dirumah uti, terlihat Ali sedang bermain balok. Permainan balok ini adalah salah satu permainan favoritnya. Biasanya dia memainkan balok bersama dengan kedua sepupunya.  Namun kali ini dia bermain sendiri.

Ibu : "wah bagus istananya ya"
Ali : "ini bukan istana bu, ini rumah"
Ibu : "oh,  rumah yang mirip istana ini nak"
Ali : "rumah buk"
Ibu : "iya iya,  ini rumah, pinter ya sudah bisa buat rumah"

Saya apresiasi Ali sudah bisa membuat rumah sendiri.  Jika sebelumnya sering minta dibuatkan ke sepupunya,  ternyata dia sekarang sudah bisa menyusun sendiri. Model susunannya sesuai dengan yang biasa dibuatkan sepupunya artinya meskipun tidak mempraktekkan langsung,  dia tetap memperhatikan,  menyimak dan akhirnya bisa menirukan. Sekali lagi, tidak perlu membandingan dengan anak lain,  cukup bandingkan dengan dirinya sendiri pada masa sebelumnya.

Jumat, 12 April 2019

Game Level 7 Hari ke-2



Semua anak adalah bintang.  Setiap anak punya pendarnya sendiri. Beragam dan tak mesti sama dengan orang lain.
Dalam materi kali ini ada yang namanya 4E,  merupakan tuntunan dalam proses membersamai Sang Bintang.

  1. Enjoy,  mari temukan hal yang membuatnya berbinar,  dalam artian sang bintang suka dengan kegiatan/topik tersebut sehingga mereka nyaman/enjoy dalam penerapannya
  2. Easy, dengan adanya binar maka mereka akan tetap semangat meskipun terdapat kendala dalam prosesnya.
  3. Excelent, dengan didukung binar/enjoy serta easy dalam praktinya akan menggiring sang bintang menjadi semakin ahli dalam bidang yang dia sukai
  4. Earn, setelah excelent tentunya kita giring ke ranah produktif yang akhirnya bisa membawa manfaat bagi pihak lain. dari 4E ini bisa jadi sang bintang akhirnya menemukan perannya dalam peradaban.

Lalu Bagaimana cara memukan kegiatan/hal yang disukai Sang Bintang?

3 Banyak yang dikenalkan mbak April bisa diterapkan, yakni



Banyak bertemu/interaksi dgn orang, Banyak ke tempat baru, Banyak beraktivitas



Note : 
menulis resume materi buat penyemangat dan penyegaran juga supaya terdokumentasikan dan bisa menjadi reminder pribadi


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga



Game Level 7 Hari ke-1

Semua Anak Adalah Bintang
Hari ke-1



Alhamdulillah,  akhirnya sampai di game level 7 dengan tema "Semua Anak Adalah Bintang". 

Setiap anak terlahir sebagai bintang yang bersinar dengan pendarnya sendiri. Tidak perlu membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya. Karena mereka telah memiliki pendar masing-masing. Tugas kita sebagai orang tua untuk membersamainya, membimbingnya dan menemukan sinarnya. Membuat mereka semakin bersinar. 

Ada satu kalimat yang sering saya dengar di komunitas,  "mari kita meninggikan gunung,  bukan meratakan lembah". Seperti kisah Si Ikan yg jgn dipaksa belajar memanjat pohon, setiap anak memliki kecerdasan sendiri sesuai dengan minat,  bakat dan karakternya.



#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga