Si Bintang Bermain Peran
Semua anak adalah bintang.
Masih dengan imajinasinya. Kali ini saya tidak mengamati langsung, tetapi mendapat cerita dari mbah utinya. Ketika ditinggal oleh mbah uti untuk mengerjakan hal lain, ternyata Ali "semakin lihai" bermain di dapur. Banyak barang-barang yang dikeluarkan dari rak dan digunakan untuk bermain peran memasak. Ketika saya sampai, utinya langsung bercerita dan menunjukkan kondisi dapur setelah digunakan bermain, memang sengaja tidak dibereskan dulu agar saya dapat melihat "hasil" perbuatan Ali. Begitu pula dengan Ali, dia langsung bercerita dengan binar dimatanya bahwa dia baru saja main masak-masakan.
1. Membangun kepercayaan diri
Dengan berpura-pura menjadi apapun yang anak inginkan, misalnya putri atau superhero, dapat membuat anak dapat “merasakan” sensasi menjadi karakter-karakter tadi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.
2. Mengemabangkan kemampuan bahasa
Saat bermain peran, anak pastinya akan berbicara seperti karakter atau orang yang diperankannya. Hal ini dapat memperluas kosakata anak dan melatihnya berpidato. Sering mengulangi dialog yang biasa ia dengar dari sebuah adegan dapat membuat anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri.
3. Meningkatkan kreativitas dan akal
Saat bermain peran, kreativitas anak akan terbawa keluar, sehingga anak menjadi banyak akal saat mencoba membangun dunia impiannya. Misalnya, kardus-kardus dibuat menjadi istana, bayangan-bayangan dari jari-jarinya yang bermain menjadi bentuk hewan, dan sebagainya.
4. Membuka kesempatan untuk memecahkan masalah
Pada situasi tertentu saat bermain peran, pikiran anak akan terlatih untuk menemukan solusi jika ada masalah terjadi. Misalnya, ketika boneka bayinya ditidurkan, anak akan menyadari bahwa bayi butuh selimut untuk tetap hangat. Denga memecahkan msalah saat bermain dapat membantu membangun kepercayaan diri anak saat nantinya harus mengatasi masalah di kehidupan nyata.
5. Membangun kemampuan sosial dan empati
Dalam bermain peran, anak sedang menempatkan dirinya dalam pengalaman menjadi orang lain. Menghidupkan kembali sebuah adegan bisa membantu dia menghargai perasaan orang lain sehingga dapat membantunya mengembangkan empati. Selain itu, karena bermain peran lebih menyenangkan dilakukan bersama teman, anak dapat belajar berkomunikasi, bergiliran, dan berbagi peralatan atau mainan bersama temannya.
6. Memberi mereka pandangan positif
Anak-anak memiliki imajinasi yang tidak terbatas. Bermain peran dapat membantu anak bermimpi dan berusaha mencapai mimpi dan cita-citanya.